Dalam upaya meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja yang semakin kompetitif, telah diselenggarakan Pelatihan Kompetensi dan Sertifikasi Dunia Kerja bagi Mahasiswa dan Lulusan Hubungan Internasional di Surabaya pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Moch. Yunus dan Citra Hennida, keduanya dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga, sebagai narasumber utama yang membahas pentingnya pengembangan kompetensi profesional melalui sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Dalam paparannya, Moch. Yunus menjelaskan bahwa perkembangan dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut lulusan memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga kompetensi yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi profesional. Menurutnya, sertifikasi menjadi salah satu indikator yang diperhatikan oleh perusahaan, lembaga pemerintah, organisasi internasional, maupun sektor keuangan dalam proses rekrutmen.
“Persaingan kerja saat ini bersifat global. Lulusan Hubungan Internasional harus mampu menunjukkan kompetensi yang relevan dengan bidang yang dituju. Sertifikasi profesional menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kredibilitas sekaligus memperkuat daya saing di pasar kerja,” ujar Citra Hennida.
Selama sesi pelatihan, peserta memperoleh gambaran mengenai berbagai jalur karier yang dapat ditempuh oleh lulusan Hubungan Internasional beserta sertifikasi yang direkomendasikan pada masing-masing sektor. Untuk karier di bidang sekuritas dan investment banking, peserta diperkenalkan pada sertifikasi WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek) dan WMI (Wakil Manajer Investasi) sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta CFA Level I yang meskipun bersifat opsional, memiliki nilai tambah yang tinggi dalam industri investasi.
Bagi peserta yang tertarik berkarier di sektor perbankan, materi menekankan pentingnya memiliki sertifikasi perbankan yang relevan, kompetensi manajemen risiko, serta sertifikasi Chartered Financial Analyst (CFA) bagi mereka yang ingin berkiprah pada bidang treasury, wealth management, maupun investment banking.
Sementara itu, bagi calon diplomat dan aparatur Kementerian Luar Negeri, narasumber menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing yang dibuktikan melalui sertifikasi TOEFL atau IELTS. Selain itu, kemampuan analisis data, pengelolaan proyek, serta literasi digital juga dinilai semakin penting sebagai nilai tambah dalam menghadapi tantangan diplomasi modern.
Pelatihan juga membahas peluang karier di organisasi internasional, yang memerlukan kompetensi dalam Project Management Professional (PMP) atau Certified Associate in Project Management (CAPM), PRINCE2, Monitoring and Evaluation (M&E), serta kemampuan bahasa Inggris yang memadai melalui sertifikasi TOEFL atau IELTS. Kompetensi tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar organisasi internasional mengelola program-program pembangunan yang berbasis proyek dan membutuhkan kemampuan evaluasi yang kuat.
Di sisi lain, bagi lulusan yang ingin bekerja di perusahaan multinasional, peserta diperkenalkan pada berbagai kompetensi yang saat ini banyak dicari industri, seperti Project Management, Power BI, Data Analytics, dan sertifikasi Environmental, Social, and Governance (ESG) sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Menurut Moch. Yunus, transformasi digital dan meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan menjadikan kemampuan analisis data dan pemahaman ESG sebagai keunggulan kompetitif bagi lulusan baru.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas strategi mempersiapkan diri sejak masa kuliah, mulai dari pemilihan sertifikasi, pengembangan kemampuan bahasa asing, hingga penyusunan portofolio profesional. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai tren kebutuhan tenaga kerja pada sektor pemerintahan, organisasi internasional, lembaga keuangan, dan perusahaan global.
Melalui pelatihan ini diharapkan mahasiswa dan lulusan Hubungan Internasional memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, sehingga mampu menyusun rencana pengembangan kompetensi secara terarah. Selain meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan, kepemilikan sertifikasi profesional diharapkan dapat memperkuat posisi lulusan Indonesia dalam menghadapi persaingan tenaga kerja di tingkat nasional maupun internasional.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi dinamika pasar kerja global melalui kombinasi antara kompetensi akademik, keterampilan praktis, serta sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
